Seruan Moral Kebangsaan DPP Gerakan Pembumian Pancasila


Foto: PRANUSA.ID

SERUAN MORAL KEBANGSAAN DEWAN PIMPINAN PUSAT GERAKAN PEMBUMIAN PANCASILA DALAM PERAYAAN HUT KEMERDEKAAN RI KE-76, 17 Agustus 2021
No. 010/SMK/DPP-GPP/VIII/2021

Perayaan hari ulang tahun kemerdekaan merupakan momentum penting bagi segenap bangsa Indonesia untuk merefleksikan perjalanan perjuangan
bangsa. Peringatan kemerdekaan juga merupakan saat yang tepat untuk menyadari kompleksitas permasalahan yang dihadapi bangsa, namun sekaligus memandang jalan lurus dan optimis dalam mencari solusi adaptif dan kreatif dari sejumlah peluang yang membentang. Pada tanggal dan bulan bersejarah ini, meskipun kita belum sepenuhnya mampu mengatasi wabah dan dampak pandemi covid-19 yang juga secara mondial melanda seluruh negara di dunia, kita layak bersyukur karena sebagai bangsa merdeka telah diwarisi api semangat sebagaimana dinyatakan oleh Bung Karno dalam Pidato Lahirnya Pancasila 1 Juni : “.…. satu nationaliteit yang merdeka ….. janganlah lupa syarat untuk menyelenggarakannya, ialah perjuangan, perjuangan, dan sekali lagi
perjuangan”. Oleh karena itu, kepada segenap warga bangsa Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila pada Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke 76 tahun ini, dengan tulus dan sungguh menyampaikan seruan moral kebangsaan dalam:

1. Bidang Kesehatan
Perlu disadari bahwa Pandemi Covid 19 masih menjadi persoalan besar bangsa yang langsung terkait dengan kesehatan masyarakat. Kebijakan politik yang ditujukan untuk memperkecil peluang transmisi penyakit melalui pemberlakuan PPKM dan penegasan protokol kesehatan memang telah mulai menampakkan hasil di beberapa kota besar, namun belum menyentuh seluruh wilayah Indonesia. Kita berharap, semoga para pengambil keputusan dapat bersikap arif dan bijaksana, dengan mempertimbangkan semua masukan dari berbagai elemen masyarakat, khususnya bidang kesehatan, sehingga dihasilkan kebijakan-kebijakan strategis, yang mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, baik fisik maupun psikologis.

2. Bidang Pendidikan
Kondisi pandemi di satu sisi menjadi ‘berkat terselubung’ memberikan dampak percepatan bagi proses pembelajaran berbasis daring, yang memungkinkan semua orang, tanpa melihat latar belakang untuk relatif lebih mudah dalam mempelajari sesuatu hal. Kita berharap, pemerintah dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang strategis, serta perluasan infrastruktur jaringan telekomunikasi secara merata dan berkeadilan sampai ke seluruh pelosok di nusantara, sehingga pembelajaran secara daring ini tidak hanya akan menguntungkan sekelompok masyarakat saja. Selain itu, dalam menghadapi kompleksitas permasalahan bangsa dibutuhkan kematangan psikologis, agar mampu menumbuhkembangkan inovasi dan kreativitas, dalam meningkatkan kualitas pembelajaran baik akademis, maupun non-akademik.

3. Bidang Ekonomi
Menyadari bahwa pendemi Covid19 sangat menghambat pertumbuhan ekonomi negara dan peningkatan derajat ekonomi rakyat. Naiknya angka pengangguran dan kemiskinan adalah kenyataan yang tak bisa dihindari, di tengah rumitnya mengukur efektifitas kebijakan menggeser prioritas
penggunaan anggaran pemerintah dalam bentuk re-alokasi dan re-focusing. Kita berharap kondisi ini akan berangsur teratasi melalui sinergi dan berbagai bentuk komitmen semua pihak untuk kembali membangkitkan kegiatan ekonomi. Dipandang penting dalam konteks ini partisipasi untuk: (a) mendorong ruang kepedulian dunia usaha terhadap tanggung jawab sosial, (b) melonggarkan iklim usaha yang memacu gairah koperasi, UKM, UMKM, serta percepatan lahirnya social enterpreneur di sektor agraris, (c) memfasilitasi peran koperasi sebagai bangun usaha berbasis kekeluargaan dan kemanfaatan bersama, dan (d) mengembangkan kemandirian pangan sebagai landasan untuk dapat berdikari di bidang ekonomi, (e) membangun Gerakan Pangan Pancasila sebagai model adaptif dalam pengembangan ekonomi kerakyatan yang bersifat gotong royong.

4. Bidang Budaya
Menyadari bahwa telah terjadi banyak pergeseran dalam bidang ini, meskipun kita layak bersyukur bahwa dalam masa sulit ini berbagai bentuk solidaritas sosial terus terbangun spontan di tengah masyarakat. Kita berharap pemerintah baik langsung atau dalam bentuk kerjasama dengan seluruh media, terus mensosialisasikan pentingnya adaptasi kebiasaan baru untuk mempersempit ruang persebaran Covid19, dan meyakinkan bahwa vaksinasi adalah salah satu upaya untuk mempercepat tercapainya kekebalan kolektif. Kitapun berharap mental kreatif dan pantang menyerah masyarakat akan makin terfasilitasi menjadi kegiatan yang menghasilkan secara ekonomis, dan sebaliknya makin terkikisnya mental a-sosial dalam berbagai kemungkinan mafia bisnis yang terkait dengan keperluan mengatasi wabah ini. Oleh karenanya, segala bentuk dan manifestasi budaya yang bertentangan dengan Pancasila, harus dijadikan musuh bersama bangsa Indonesia.

5. Bidang Politik
Menyadari bahwa dalam masa sulit ini, kegiatan politik kekuasaan tetap dilakukan beberapa pihak secara tidak bertanggung jawab. Kita mengikuti betapa kegiatan massal demonstratif yang menunggangi keprihatinan sosial dan tanpa empati terus dimainkan para elit yang haus memburu kekuasaan. Kita berharap politik kebangsaan dan persatuan nasional sebagai wujud rasa sepenanggungan akan makin dikedepankan oleh para pejabat pemerintah, pamong masyarakat, serta pemimpin publik dan organisasi politik. Kitapun berharap praktik kepemimpinan politik yang menempatkan keteladanan serta kemampuan membangunkan partisipasi konstruktif rakyat, menjadi ukuran normatif penggunaan ruang kekuasaan dan pengaruh.

Demikian Seruan Moral Kebangsaan ini disampaikan kepada seluruh bangsa Indonesia.

Salam Pancasila!!! Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!!

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top