
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyebutkan bahwa pemerintah sedang mematangkan langkah strategis untuk mencegah terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja massal akibat imbas ketidakstabilan ekonomi dari konflik Timur Tengah.
“Tunggu, nanti akan ada pengumuman dari pemerintah, kita akan bentuk sesuatu nanti, tunggu aja,” ujar Yassierli di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).
Rencana perilisan skema perlindungan tenaga kerja baru yang bakal menjadi kejutan tersebut dijadwalkan akan diumumkan secara resmi menjelang peringatan Hari Buruh pada awal bulan depan.
“Terdapat sekitar sepuluh perusahaan yang kini mulai memberikan sinyal pengurangan staf dalam tiga bulan ke depan,” ungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal.
Berdasarkan laporan dari jajaran anggota serikat di lapangan, belasan perusahaan yang bergerak di sektor industri manufaktur tersebut terpantau telah membuka ruang diskusi awal dengan para pekerjanya terkait potensi efisiensi.
“Potensi pemangkasan hubungan kerja ini diperkirakan menyasar hampir 9.000 buruh di berbagai wilayah strategis yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah,” tambahnya.
Laporan: Hendri | Editor: Arya