Siswa Terdampak Bencana Nagekeo Terima Bantuan Pendidikan dari Gubernur Melki

pranusa.id September 18, 2025

FOTO: Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena ketika menyerahkan bantuan pendidikan bagi salah satu sisswi berprestasi yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Nagekeo.

BOAWAE, NAGEKEO – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyerahkan bantuan pendidikan kepada siswa berprestasi dan korban bencana banjir bandang di Nagekeo, sekaligus menggelar dialog untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan di provinsi tersebut. Dalam pertemuan yang emosional tersebut, ia menegaskan bahwa guru adalah faktor kunci untuk mengangkat NTT dari peringkat rendah Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Acara yang digelar di SMA St. Klemens Boawae, Rabu (17/9/2025) malam, ini dihadiri oleh para kepala sekolah, pengawas, dan ketua OSIS se-Kabupaten Nagekeo.

Salah satu momen paling menyentuh adalah saat bantuan diserahkan kepada Sulistiani Hadijah, siswi SMAN 1 Mauponggo yang rumahnya hancur tersapu banjir. Meski masih berduka, ia menyambut bantuan tersebut dengan senyum harapan.

“Terima kasih atas dukungan dan perhatian ini. Bagi kami yang terdampak bencana, bantuan ini sangat berarti agar kami tetap bisa bersekolah,” ujar Sulistiani.

IPM Rendah, Kualitas Guru Jadi Fokus

Gubernur Melki secara terbuka menyoroti posisi IPM NTT yang berada di peringkat ke-35 dari 38 provinsi pada tahun 2024. Ia menyebut kualitas pendidikan yang menurun sebagai salah satu penyebabnya dan menempatkan guru sebagai pusat dari solusi.

“Kualitas pendidikan di NTT saat ini tercatat menurun. Tapi dari semua faktor ini, Guru adalah faktor kunci dalam peningkatan kualitas pendidikan di setiap sekolah,” tegasnya.

Ia meminta para guru untuk mengenal potensi setiap anak didik secara personal. Komitmen ini didukung oleh alokasi APBD sebesar Rp2,3 triliun untuk sektor pendidikan, rencana pembukaan SMK berbasis asrama di 11 kabupaten, serta program peningkatan kesejahteraan guru.

Para ketua OSIS yang hadir tak mau ketinggalan menyuarakan isi hati mereka. Dian, Ketua OSIS SMAN 1 Aesesa, meski kecewa dengan fasilitas sekolah yang terbatas, menunjukkan semangat juang yang tinggi.

“Kami juga punya daya juang. Kami tidak mau NTT terus dikenal dengan kualitas pendidikan terendah. Dari Nagekeo, kami siap ikut memajukan pendidikan,” seru Dian.

Di hadapan gubernur, para siswa membacakan komitmen bersama untuk belajar lebih serius. Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, yang turut hadir, menyatakan dukungan penuh pemerintah kabupaten terhadap program prioritas provinsi. Acara ditutup dengan janji bahwa bencana boleh menghancurkan rumah, tetapi tidak akan pernah meruntuhkan semangat belajar anak-anak NTT.

Laporan: Marsianus | Editor: Kristoforus

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…