Staf Pribadi SBY: Jokowi Tidak Bisa Bangun Negara Jika SBY Tidak Jadi Presiden

pranusa.id January 14, 2021

Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Pikiran Rakyat)

PRANUSA.ID– Staf pribadi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ossy Dermawan, mengungkapkan bahwa pernyataan Teddy Gusnaidi tentang hasil kepemimpinan SBY sebagai Presiden RI tidak sesuai fakta. 

Hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter pribadinya. 

“Saya menyarankan ngetwit itu jangan sambil tidur. Akibatnya begini. Karena faktanya bertolak belakang dengan apa yang dia sampaikan,” katanya, dikutip dari cuitan Twitter-nya @OssyDermawan, Senin 11 Januari 2021.

Ossy pun lantas menyebutkan beberapa fakta kepemimpinan SBY, dan meminta Teddy untuk membandingkan sendiri faktanya, seperti pertumbuhan ekonomi rata-rata 6%, berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 16,7% menjadi 10,89%, berhasil menurunkan angka pengangguran dari 11% menjadi 5,7%, dan lain – lain. 

“Silakan dibandingkan dengan yang sekarang ini. Harus jujur dalam menanggapi data. Indonesia sudah jauh lebih baik setelah SBY memimpin selama 10 tahun,” lanjut Ossy.

“Kesimpulan singkatnya, jika SBY tidak jadi presiden selama 10 tahun, belum tentu Presiden Jokowi punya cukup uang, peluang dan kesempatan untuk membangun Indonesia lebih baik ke depan,” tandasnya.

Menanggapi cuitan Ossy, Teddy Gusnaidi menganggap Jokowi harusnya tinggal meneruskan membangun Republik Indonesia bukan membenahi semua kerusakan era SBY.

“Sangat betul! Jika saat itu bukan SBY Presidennya, maka Pak @jokowi tinggal MENERUSKAN membangun RI,“ tulis Teddy Gusnaidi.

“Bukan membangun lagi dari awal dan membenahi semua kerusakan @SBYudhoyono,” tambahnya.

Perang cuitan ini sebelumnya diawali dari pernyataan Dewan Pakar PKPI, Teddy yang menyebut jika Indonesia tidak akan susah jika SBY tidak menjadi presiden.

“Indonesia tidak akan sesulit sekarang ini, pak Jokowi tidak akan bekerja sekeras ini jika anda tidak pernah menjadi Presiden,” tulis Teddy Gusnaidi.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Dua Prajurit TNI Penyiram Air Keras Batal Dipecat, Menteri Pigai Dorong Pengacara Andrie Yunus Ajukan Kasasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Perkuat Operasi Terpadu Karhutla Kalbar, Kemenhut Gelontorkan DAK Rp5,5 Miliar
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Pemerintah menyiapkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK)…
Jaga Stabilitas Harga, Bulog Pasok 110 Ribu Ton Beras ke Pasar dan Ritel Modern
JAKARTA, PRANUSA.ID — Perum Bulog menyiapakan pasokan sebanyak 110.000 ton…
AJMAN Kalbar Sebut Penanganan Kabut Asap Harus Berfokus pada Keselamatan dan Aktivitas Warga
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Pengurus Daerah (PD) Asosiasi Jurnalis Masyarakat…
Kabut Asap Meluas dan Lumpuhkan Aktivitas, AMAN Kalbar Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Dampak bencana kabut asap akibat kebakaran hutan…