Survei LSI: Ada 15% PNS Keberatan Orang Berbeda Agama Jadi Atasan

pranusa.id April 18, 2021

Ilustrasi: Pegawai Negeri Sipil/PNS. (Sumber: Indonesia College)

PRANUS.ID– Lembaga Survei Indonesia (LSI) dalam rilis survei terbarunya bertajuk ‘Tantangan Reformasi Birokrasi: Persepsi Korupsi, Demokrasi dan Intoleransi di Kalangan PNS” memperlihatkan masih ada kelompok Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang enggan dipimpin oleh orang yang berbeda agama. 

Survei yang dilakukan dari tanggal 3 Januari hingga 31 Maret 2021 tersebut menyebutkan setidaknya sebanyak 15,1 persen PNS mengaku keberatan jika orang berbeda agama menjadi pimpinan di Kementerian/lembaga/organisasi perangkat daerah. Lalu, ada 14,1 Persen PNS yang mengaku keberatan jika orang berbeda agama menjadi Kepala bagian/Divisi.

“Mayoritas responden tidak keberatan jika orang yang berbeda agama menjadi kepala bagian/divisi, atau menjadi pimpinan K/L/perangkat daerah,” papar Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, dalam rilisnya Minggu (18/4).

Dilanjutkan Djayadi, ada sebanyak 76,9 Persen PNS mengaku tidak keberatan jika orang berbeda agama menjadi pimpinan di Kementerian/lembaga/organisasi perangkat daerah. Lalu ada 78,9 Persen PNS yang mengaku tidak keberatan jika orang berbeda agama menjadi Kepala bagian/Divisi.

Di poin berikutnya, yaitu pada pertanyaan ‘mengutamakan pelayanan pada warga yang seagama’, LSI menemukan sebanyak 49,3 persen PNS sangat tidak setuju, 43,3 kurang setuju, 5,6 persen cukup setuju, 0,4 sangat setuju, dan 1,4 tidak menjawab.

“Mayoritas, 92.5%, kurang setuju/sangat tidak setuju dengan pendapat ‘bahwa wajar jika PNS mendahulukan memberi pelayanan kepada warga yang seagama dengannya'” urai Djayadi.

Populasi survei adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lembaga-lembaga negara dengan jumlah PNS yang besar serta beberapa lembaga negara lainnya sesuai pertimbangan studi di tingkat pusat dan tingkat provinsi yang tersebar di 14 provinsi.

Sebanyak 1.000 responden dipilih secara acak (stratified multistage random sampling) dari populasi tersebut, dilakukan oversample sebanyak 200 responden yang tersebar di beberapa Kementerian/Lembaga, sehingga total sampel yang direncanakan sebanyak 1.200 responden. Responden diwawancarai secara tatap muka, baik daring maupun luring oleh pewawancara yang dilatih.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…