Survei: Mayoritas Pendukung Anies, PAN, dan PKS Menolak Pembubaran FPI


TNI dan Polri mendatangi kawasan Petamburan III untuk mencabut sejumlah atribut FPI pasca pembubaran organisasi tersebut oleh pemerintah. (Dok.Republika/Putra M. Akbar).

PRANUSA.ID– Lembaga Survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) telah merilis hasil survei mengenai sentimen masyarakat atas pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI).

Survei berskala nasional tersebut dilaksanakan dari tanggal 28 Februari sampai 5 Maret 2021 dengan melibatkan 1.064 responden yang dipilih secara acak dengan margin of error -/+3,07%.

Manager Program SMRC Saidiman Ahmad menjelaskan, secara populasi nasional, ada 55 persen masyarakat yang mengetahui bahwa FPI telah dibubarkan dan mengaku setuju dengan pelarangan aktivitas ormas tersebut. Sementara, yang tidak setuju sebanyak 35 persen, sedangkan sisanya tidak tahu.

Kemudian, SMRC melakukan pemetaan terhadap responden yang menolak pembubaran FPI. 

“Untuk menunjukkan yang tidak setuju dengan langkah pemerintah membubarkan FPI tahun lalu dapat diidentifikasi berdasarkan cluster tertentu,” tutur Saidiman Ahmad (6/4/2021)

Klasifikasinya sendiri ditentukan dari pilihan calon presiden pada pemilu yang akan datang. 

“Kecenderungan terkuat untuk menolak pembubaran FPI datang dari warga yang mendukung Anies Baswedan. Terdapat sekitar 73 persen dari pendukung Anies yang menyatakan menolak pembubaran FPI,” kata Saidiman pada Selasa, 6 April.

Sebaliknya, kecenderungan terkuat untuk mendukung pembubaran FPI adalah warga pendukung Tri Rismarini dengan 86 persen dan Ganjar Pranowo dengan 80 persen pendukungnya.

Sementara, jika dilihat dari dukungan partai politik, kecenderungan terkuat untuk menolak pembubaran FPI datang dari warga yang memilih PAN (76 persen) dan PKS (68 persen).

Sebaliknya, kecenderungan terkuat untuk mendukung pembubaran FPI datang dari warga yang memilih PDIP 88 persen pendukungnya, Nasdem dengan 72 persen, dan PKB dengan 70 persen.

Selanjutnya, bila melihat latar belakang etnis, masyarakat yang paling kuat menolak pembubaran FPI adalah warga Betawi dengan porsi 80 persen.

Jika dilihat dari sisi lokasi warga yang paling kuat menolak FPI dibubarkan adalah DKI Jakarta (66%), sementara yang paling kuat mendukung FPI dibubarkan adalah Jawa Timur (78%). 

Selain itu, terdapat pula perbedaan dalam hal penilaian mengenai pembubaran FPI atas dasar kepuasan terhadap kinerja Presiden. 

Sekitar 68 persen warga yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi menyatakan mendukung pembubaran FPI, sementara yang tidak setuju hanya 25 persen. Sebaliknya, 61 persen warga yang tidak puas dengan kinerja Presiden menyatakan tidak setuju dengan pembubaran FPI, sementara yang setuju hanya 32 persen.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top