Korban Asap Ke Posko Kesehatan Kian Banyak, Obat-obatan Menipis

pranusa.id September 17, 2019

PEKANBARU, KOMPAS.com – Warga terpapar kabut asap di Kota Pekanbaru, Riau, semakin banyak datang berobat ke posko kesehatan yang dibuka DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Riau. Stok obat-obatan pun mulai menipis. Hal itu diungkapkan Bendahara Umum DPW PKS Riau, Markarius Anwar saat diwawancarai Kompas.com di posko kesehatan, Minggu (15/9/2019) malam. “Makin hari makin banyak warga yang datang berobat dan cek kesehatan ke posko kesehatan kita ini. Untuk hari ini ada sekitar 75 orang. Ada yang batuk, sesak napas, demam dan pusing. Jadi obat-obatan kita sekarang ini mulai menipis,” kata Markarius. Dia mengatakan, seluruh pelayanan di posko kesehatan maupun posko pengungsian tidak dipungut biaya alias gratis untuk rakyat yang jadi korban asap. Mulai dari konsumsi hingga obat. “Semuanya gratis. Di sini kita sediakan konsumsi, obat dan sebagainya. Termasuk layanan antar jemput gratis. Tapi alhamdulillah, relawan dan masyarakat banyak datang yang membantu kita di sini,” ucap Markarius. Sejak posko dibuka, Rabu (11/9/2019) lalu, Markarius mengaku belum ada bantuan dari pihak pemerintah. “Tapi alhamdulillah, sampai hari ini belum ada bantuan dari pemerintah. Belum ada. Jadi posko kita ini swadaya masyarakat. Walaupun sudah saya informasikan juga media atau pemerintah juga sudah tahu (posko kita). Mungkin mereka memandang kita masih mampu melakukannya. Tapi saling mambantulah,” kata ketua Fraksi PKS DPRD Riau ini. Terkait obat-obatan yang semakin menipis, dia mengharapkan adanya batuan dari pemerintah. “Kita mohon juga bantuan dari pemerintah, khusus obat-obatan dan juga oksigen. Kalau yang lain-lain, mungkin masih bisa kita fasilitasi. Karena obat-obatan dan oksigen kan banyak juga biayanya,” ucap Markarius. Sementara itu, wakil rakyat ini menambahkan, hingga saat ini seluruh kabupaten dan kota sudah membuka posko pengungsian dan posko kesehatan untuk menampung warga terpapar asap. “Kader PKS kita di 12 kabupaten dan kota sudah buka posko kesehatan dan posko pengungsian. Fasilitasnya sama dengan yang di Pekanbaru ini,” sebut Markarius. Sebagaimana diketahui, warga yang datang ke posko kesehatan dan posko pengungsian di kantor DPW PKS Riau, mengeluhkan batuk, sesak napas, pusing dan muntah-muntah akibat dampak kabut asap karhutla. Sebab, kabut asap pekat lebih kurang sepekan menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, yang membuat kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Korban Asap ke Posko Kesehatan Kian Banyak, Obat-obatan Menipis”, https://regional.kompas.com/read/2019/09/16/08402121/korban-asap-ke-posko-kesehatan-kian-banyak-obat-obatan-menipis.
Penulis : Kontributor Pekanbaru, Idon Tanjung
Editor : Farid Assifa

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…