Mengapa Minat Membaca Kita Masih Rendah?

pranusa.id March 24, 2020

Penulis : Hendrick Jorgensen

PRANUSA.ID- Dilansir dari kompas.com (2019), penelitian yang dilakukan organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan PBB (UNESCO) pada 2016 terhadap 61 negara di dunia menunjukkan bahwa kebiasaan membaca di Indonesia sangat rendah.

Hasil ini juga didukung oleh studi yang dipublikasikan dengan judul “The world’s Most Literate Nations”, menunjukkan Indonesia berada di peringkat 60 dalam minat untuk membaca. Ini menunjukkan bahwa ketertarikan membaca di Indonesia sangat terpuruk. .

Padahal, membaca dapat memberi manfaat yang baik,yaitu wawasan yang akan semakin luas,pemikiran lebih terbuka, serta kritis dalam menghadapi masalah. Lantas mengapa minat membaca di Indonesia masih rendah?

Jika dicermati, belakangan masyarakat lebih cenderung menyukai informasi yang instan tanpa melalui proses dari membaca secara utuh.

Hal tersebut bisa dilihat bahwa ada sebagian masyarakat yang lebih suka melihat judul saja dan setelah itu mereka akan menerka secara sempit saja apa isi dari bacaan tersebut.

Jika hal ini dibiarkan terus berlarut, maka  mutu sumber daya manusia Indonesia akan semakin menurun dari waktu ke waktu dan hal tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan bangsa Indonesia itu sendiri.

Ada pun faktor lain yang membuat minat membaca di Indonesia masih rendah adalah aksesibilitas terhadap buku bacaan.

Contohnya seperti masyarakat yang berada di pelosok negri yang sangat sulit untuk mendapatkan akses bacaan yang layak dan memadai hal tersebut dapat terjadi dikarenakan pembangunan infrastruktur yang belum merata.

Maka dari itu pemerintah sedang dan memang harus berupaya agar minat untuk membaca di kalangan masyarakat Indonesia dapat ditingkatkan, terlebih saat ini salah satu prioritas pembangunan pemerintah adalah SDM.

Salah satu upaya pemerintah adalah menyelenggarakan atau menerapkan sistem literasi di setiap sekolah dengan tujuan untuk meningkatkan niat membaca di kalangan generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa ini.

Ada pun upaya lain yang dapat dilakukan pemerintah selain literasi yaitu membuat taman baca, memperbanyak buku di perpustakaan umum dan melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat gemar membaca.

*Editor : Kris

f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pesan Natalius Pigai untuk Warga Papua: Boleh Tuntut Kesejahteraan, Asal Tidak Minta Merdeka
NABIRE, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Kritik Kesejahteraan Pascakemerdekaan, Festival Bantal Galang Donasi Alat Tidur bagi Buruh Gendong Beringharjo
SLEMAN, PRANUSA.ID — Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik…
Dinas Sosial Kota Yogyakarta Gelar Ziarah Edukatif Pekan “Jejak Patriot” bagi Pelajar
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Dinas Sosial Kota Yogyakarta menggelar kegiatan ziarah…
Sinergi TNI-Polri dan Forkopimda Ende Salurkan 725 Paket Bansos Presiden untuk Korban Gempa
ENDE, PRANUSA.ID — Sebagai wujud kepedulian negara di tengah masyarakat…
81 Tahun Indonesia: Merdeka Sejati atau sekadar “Merdeka-Merdekaan”?
KOLOM— Pada 17 Agustus 2026, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan…