Terpilih Sebagai Duta Petani Andalan Wakili Aceh Tenggara, Roni Depari Harapkan Dukungan


Roni Depari, Duta Petani Andalan Kementerian Pertaniain 2021 Perwakilan Aceh Tenggara

PRANUSA.ID- Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengumumkan 2.000 nama Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) 2021 mewakili petani dari seluruh Indonesia. Ini adalah bagian dari program Kementan dalam memajukan sektor pertanian dengan melibatkan lebih banyak peran generasi muda.

DPM dan DPA memiliki bidang usaha pertanian yang sangat bervariasi dari hulu ke hilir, bahkan ada yang mengembangkan agroeduwisata. Program ini diharapkan dapat memberi motivasi bagi generasi muda di wilayah masing-masing untuk mau terjun membangun sektor pertanian.

Salah satu penerima penghargaan ini, Roni Salmon Depari, mengungkapkan kegembiraannya dapat terpilih dalam program nasional Kementan ini. Roni terpilih sebagai Duta Petani Andalan 2021 untuk Subsektor Usaha Perkebunan dan mengolah komoditas Kakao dan VCO lewat Kelompok Tani Lawe Mantik Jaya.

“Terima kasih atas doa dan dukungan teman-teman dalam keikutsertaan seleksi Duta Petani mewakili Aceh Tenggara” ujar pegiat pertanian dari Aceh Tenggara ini.

Roni menjelaskan, bahwa sebenarnya pihaknya mengikuti dua kategori yang diselenggarakan oleh Kementan. Namun akhirnya terpilih pada kategori DPA.

Pria yang gemar membagikan semangat bertani melalui sosial media ini, berharap keberhasilan ini akan mendapat perhatian dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah setempat.

“Puji Tuhan, kita lulusnya di Kategori Duta Petani Andalan. Semoga kedepannya bermanfaat buat pertanian dan kesejahteraan kita semuanya” harapnya.

Roni Depari saat mengolah hasil produk perkebunan Kakao

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dalam rilisnya terus menyampaikan dorongan pada generasi muda milenial untuk terlibat membangun sektor pertanian. Hal ini mengingat peran besar sektor pertanian bagi pembangunan bangsa dinilai tidak diimbangi dengan kualitas Sumber Daya Manusia di dalamnya. Sehingga diperlukan regenerasi.

“Saat ini sektor pertanian masih didominasi golongan tua dengan tingkat pendidikan yang rendah. Lebih dari 65% kepala keluarga rumah tangga usaha pertanian (KK RTUP) berusia lebih dari 45 tahun. Padahal saat ini kita sudah memasuki fase bonus demografi,” ujar Dedi Nursyamsi, Kepala BPPSDMP.

Dedi berharap dengan keberhasilan usaha dari para DPM dan DPA, akan memberi motivasi serta resonansi pada generasi milenial lainnya di tempat tinggal masing-masing. Sehingga dengan demikian ke depan akan lahir pengusaha tani dari generasi muda.

“Program ini beriringan dengan program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), Pelatihan Kewirausahaan bagi Petani, Pendidikan Vokasi, Kostratani, Program IPDMIP dan Program YESS,” jelas Dedi.

Sementara itu, Thom Sembiring selaku Direktur Eksekutif Gerakan Jangkar Nusantara mengungkapkan bahwa pembenahan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan melakukan regenerasi petani dari kalangan milenial. Lebih dari itu, tata kelola sektor pertanian dari hulu ke hilir juga perlu diperhatikan. Termasuk soal ketersediaan hingga keterjangkauan pupuk sampai dengan pembinaan kelompok tani serta penyediaan alsintan.

Pihaknya berharap regenerasi disertai perubahan tata kelola sektor pertanian yang transparan dari hulu ke hilir. Agar para petani milenial bersemangat dan merasa sektor pertanian dapat menjawab harapan mereka. Bukan sebaliknya regenerasi malah hanya meneruskan persoalan lama yang tak kunjung berhasil dibenahi.

“Kami mendorong juga agar pemerintah kabupaten melalui Dinas terkait dan juga perangkat desa melalui Dana Desa, dapat menyokong upaya petani muda untuk dapat terus berkembang” ujar mahasiswa Magister Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia tersebut.

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top