
PONTIANAK – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah angkatan 2023 dan Ilmu Komunikasi angkatan 2025 Universitas Tanjungpura (UNTAN) mengikuti pertemuan perdana Pelatihan Penulisan Artikel Sejarah Populer yang digelar pada Jumat (17/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kuliah Bersama UNTAN ini merupakan hasil kolaborasi antara dosen pengampu mata kuliah Jurnalistik dan Penulisan Kreatif Kesejarahan serta Sejarah Sosial Politik Indonesia, jajaran redaksi Majalah Riwayat, dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) UNTAN.
Kolaborasi ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam mengemas narasi historis dan akademis menjadi tulisan populer yang mudah diakses masyarakat luas.
Dalam sambutannya, dosen Pendidikan Sejarah UNTAN, Mohammad Rikaz Prabowo, menegaskan bahwa kolaborasi dua mata kuliah yang diajarkan pada semester ini sangat relevan dalam mendorong mahasiswa menghasilkan karya tulis yang kritis dan berdampak.
“Dua mata kuliah ini sebenarnya sangat aplikatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat menghasilkan karya jurnalistik dalam berbagai bentuk sesuai minat masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, dosen Hubungan Internasional UNTAN, Adityo D. Sudagung, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan untuk membangun budaya menulis di kalangan mahasiswa.
“Kegiatan ini berangkat dari diskusi kami. Ada harapan agar mahasiswa mampu menulis secara kritis dan menghasilkan karya yang berdampak,” jelasnya.
Pada pertemuan pertama ini, pelatihan dibagi ke dalam dua sesi utama. Sesi pertama membahas teknik penulisan berita jurnalistik yang dipandu oleh Ketua LPM UNTAN, Judirho.
Peserta dibekali pemahaman mengenai standar jurnalistik, prinsip akurasi data, serta teknik menyusun fakta menjadi berita yang tajam dan berimbang.
Sesi kedua dilanjutkan dengan materi penulisan opini yang disampaikan oleh dosen Pendidikan Sejarah UNTAN, Kristoforus Bagas Romualdi.
Ia memaparkan strategi mengolah isu-isu kekinian menjadi tulisan opini yang argumentatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pelatihan ini akan berlanjut pada pertemuan berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 April 2026.
Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjembatani penulisan akademis dengan kebutuhan publik, sekaligus berkontribusi dalam memperkaya literasi di berbagai media massa.
Laporan: Hendri | Editor: Arya