Seorang Warga di Tempunak Sintang Mandi Lumpur di Ruas Jalan yang Rusak


Seorang warga lakukan aksi protes karena jalan rusak dengan cara mandi lumpur

PRANUSA.ID– Seorang pria bernama Muhammad Alfi Ashd melakukan aksi protes di Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dengan cara mandi lumpur.

Aksi tersebut ia lakukan lantaran ruas jalan SKPC sudah lama mengalami rusak berat, namun tidak kunjung mendapatkan perhatian dan perbaikan dari pemerintah. Aksi protesnya itu kemudian diunggah di laman Facebook pribadinya dan sudah dibagikan lebih dari ratusan kali.

“Indonesia 76 tahun merdeka, tapi kami ingin merasakan kemerdekaan dari jalan berlumpur dan berlubang. Saya rela seperti ini berharap jalan segera diperbaiki oleh pemerintah,” jelasnya dalam postingan tersebut.

Dalam unggahannya, Alfi dengan penuh sindiran tampak menikmati mandi di jalan yang penuh dengan lumpur itu. Ada juga momen di mana ia hormat kepada bendera merah putih hingga terlentang di jalanan.

“Banyak kilo (panjang jalan rusak) dari simpang jalan provinsi ke desa kami paribang baru 9 kilometer. Pokoknya SKPC itu desanya SP 1–6, belom desa pemekaran di pedalaman sana, sampai ke tapang aceh, sui kura, kujau. Kurang lebih 10 desa,” kata Alfi, Sabtu(28/8/2021).

“Panjang jalan bahkan bisa mencapai 80 kilo. Menurut info kawan jauh lebih parah, karena dari SP 1 sampai desa mangkurat baru menuju desa lainya itu sejak dulu belum ada pasang batu apa lagi aspal, lubang pastinya jauh lebih dalam,” imbuhnya.

Alfi berharap, ruas jalan poros trans SKPC pada tahun 2021 nanti dapat diperbaiki. Terlebih, masyarakat mendambakan jalan layak sejak tahun 1999 dan jalan poros tersebut menurutnya adalah tumpuan untuk mengais rezeki.

“Jalan poros adalah tumpuan bagi kami, pulang pergi mengais rezeki untuk keluarganya, mengantar dan menjemput mereka yang hendak berobat ke kota, terhambat akibat rusaknya jalan,” katanya.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top