Terjebak Kepulan Asap, Warga Kalbar Tewas di Lokasi Karhutla

pranusa.id March 5, 2022

Ilustrasi: kebakaran hutan (AFP Photo/Anne-Christine Poujoulat/CNN)

PRANUSA.ID– Lansia berusia 64 tahun ditemukan meninggal dunia di lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang merupakan lahannya sendiri di Jalan Wonodadi 2, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, pada Kamis, (03/03/2022).

Kapolres Kubu Raya, AKBP Jerrold H.Y. Kumontoy mengatakan, korban meninggal dunia diduga karena kepulan asap yang tebal serta kepanasan di lokasi lahan milik korban saat melakukan kegiatan bercocok tanam.

“Korban kecapekan dan dengan kondisi terik, pada saat itu ada karhutla di sekitar lahan korban. Kemungkinan korban ini kepanasan dan sakit yang diderita sehingga korban pingsan dan meninggal dunia,” terang Jerrold, Jumat, (04/03/2022).

Penemuan jasad korban berawal dari istri korban yang mencari korban lantaran tidak pulang dari kebunnya hingga malam hari. Istri korban pun menghubungi rekannya dari kelompok tani untuk mencari korban.

“Penemuan mayat ini terjadi tepatnya pada 3 Maret 2022 pukul 19.50 WIB, itu berawal dari adanya telepon saksi Pak Mawardi yang menelepon ini istri korban, berawal dari istri mencari kenapa suaminya belum pulang sampai melewati magrib,” jelasnya.

Lahan korban seluas 1,6 hektare juga ikut terbakar. Dalam beberapa hari ini titik api di wilayah Kalbar khususnya Kubu Raya cukup meningkat sehingga berpotensi terjadinya karhutla.

“Dia dibantu beberapa orang mencari di lahan korban, pada saat pencarian mereka menemukan motor korban, sekitar sejam mereka menemukan korban telungkup dan meninggal dunia,” ungkapnya.

Korban ditemukan dalam kondisi telungkup tidak menggunakan baju, dan hanya mengenakan celana training. Korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum.

Kapolres Kubu Raya mengatakan, terdapat 6 titik luka bakar pada korban, yakni di bagian wajah, tangan, punggung, sekitar bokong, dan bagian kaki.

“Kita tidak bisa melakukan proses lebih lanjut karena permintaan keluarga tidak mau diautopsi. Keluarga sudah menerima secara ikhlas yang bersangkutan sudah sepuh, dan bagian dari pekerjaan korban memang bercocok tanam, setelah ditemukan meninggal dunia istri sudah bisa menerima,” pungkasnya.

 

Laporan: Bagas R
Editor: Jessica C. Ivanny

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
DPR RI Peringatkan Pemda: Jangan Jadikan Guru PPPK Paruh Waktu Korban Efisiensi Anggaran
JAKARTA, PRANUSA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak seluruh…
Tepis Tuduhan Korupsi, Eks Kepala Bahanan Kemhan Sebut Proyek Satelit Arahan Jokowi
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan…
Memaknai Jumat Agung: Refleksi Pengorbanan dan Solidaritas Kemanusiaan di Era Modern
JAKARTA, PRANUSA.ID – Jumat Agung kembali hadir sebagai momen kontemplasi…
Sidang Korupsi DJKA Medan: Saksi Akui Kutip Dana Rp5,5 Miliar untuk Pilpres dan Pilkada Sumut
MEDAN, PRANUSA.ID – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek pada…
Dukung Penataan Humanis, Partai Golkar Ende Minta Pemkab Utamakan UMKM Lokal di Kawasan Ndao
ENDE, PRANUSA.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten…
WhatsApp Image 2026-03-18 at 10.15.51
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40