Ini Konsekuensinya Jika Tolak Aturan Privasi Baru WhatsApp di 15 Mei

pranusa.id February 24, 2021

WhatsApp. (Ilustrasi: Express)

PRANUSA.ID — WhatsApp melalui FAQ yang ditulis mengungkapkan konsekuensi jika para pengguna menolak menerima aturan privasi baru hingga tanggal 15 Mei 2021.

“Anda tidak akan mendapatkan seluruh fungsionalitas WhatsApp sampai Anda menerima pembaruan,” kata WhatsApp dikutip dari detik.com, Rabu (24/2).

WhatsApp mengaku telah mengundur batas waktu untuk pengguna menerima pembaruan menjadi tanggal 15 Mei 2021. Untuk itu, WhatsApp menilai para pengguna memiliki waktu cukup untuk meninjaunya.

“Untuk sementara waktu, Anda akan tetap dapat menerima panggilan dan notifikasi, tetapi Anda tidak akan dapat membaca atau mengirim pesan di WhatsApp,” ungkapnya.

Meski begitu, WhatsApp akan memberlakukan kebijakan mengenai pengguna tak aktif agar para pengguna nantinya masih bisa menerima pembaruan kebijakan itu setelah tanggal 15 Mei 2021.

Kebijakan pengguna tak aktif memberikan batas waktu 120 hari sebelum akun dihapus.  Selama waktu itu, pengguna bisa menerima pembaruan kebijakan privasi baru.

Akan tetapi, jika pengguna tetap tidak menerima kebijakan tersebut, maka WhatsApp menyarankan agar pengguna bisa mengekspor chat dan mengunduh laporan akun sebelum akun benar-benar dihapus.

“Sebelum tanggal 15 Mei 2021, Anda dapat mengekspor riwayat chat pada Android atau iPhone, dan mengunduh laporan akun Anda,” tutur WhatsApp.

Di satu sisi, WhatsApp juga meminta agar para pengguna tetap mempertimbangkan kembali jika ingin menghapus akun pada Android, iPhone, atau KaiOS.

Pasalnya, akun yang telah dihapus tidak dapat dipulihkan kembali. Jika akun dihapus, maka seluruh riwayat pesan dan cadangan WhatsApp akan terhapus. Pengguna juga akan dikeluarkan dari semua grup.

Penulis: Cornelia
Editor: Mariano Lejap

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Sempat Disetrum Hingga Ditendang Militer Israel, 9 Relawan GSF 2.0 Asal Indonesia Berhasil Dibebaskan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul…
Rayakan HUT Ke-13, Social Movement Institute Gelar Konser Kritik “Bangkitlah Politik Anak Muda” di Titik Nol Jogja
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Organisasi pergerakan pemuda Social Movement Institute merayakan…
Kritik Keras Kinerja Pejabat, Anies Minta Pemerintah Setop Beri ‘Obat Tidur’ dan Bercanda di Tengah Krisis
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melontarkan…
Minta Rakyat Rekam Aparat Pembeking Koruptor, Prabowo: Jangan Dilawan, Langsung Lapor ke Saya!
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan peringatan…
Sahroni Dukung Penuh Sikap Keras Prabowo Sikat Aparat Nakal Pembeking Kejahatan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto agar memberangus…