Mizyan, Bayi Malang dengan Kulit Seperti Plastik | Pranusa.ID

Mizyan, Bayi Malang dengan Kulit Seperti Plastik


(Gambar: Datariau.com)

 

PRANUSA.ID — Putra pasangan Nurul Qomar (31) dan Finki Kurnia (22), Mizyan Haziq Abdillah, mengidap penyakit kulit yang mengerikan. Sungguh prihatin bagi bayi yang masih berusia 6 bulan. Pasalnya, ia memiliki kulit seperti plastik dan terus mengelupas.

Pasutri tersebut merupakan warga di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Hal ini menyebabkan jarak tempat tinggal mereka jauh dari rumah sakit umum di Nunukan.

Oleh karena itu, Qomar hanya dapat membawa bayinya ke puskesmas terdekat, yaitu puskesmas pembantu di Tulin Onsoi. Bahkan, ia juga membawa bayinya berobat ke Kabupaten Malinau.

Sebelumnya, pada saat tertentu, kulit Mizyan akan mengering dan satu per satu mulai mengelupas. Pada saat yang sama, saat kulit-kulit kering mulai mengelupas, Mizyan akan gelisah dan menangis.

“Kami hanya gendong kalau sudah begitu, atau kami ayun karena kami tahu kalau dia rewel, pasti dia merasa gatal dan pedih,” kata Nurul Qomar saat ditelepon, Rabu (6/10/2019).

Menurutnya, Mizyan lahir secara normal dan tumbuh sama seperti bayi pada umumnya. Ketika menginjak usia tiga bulan, baru muncul benjolan sebesar kacang yang berisi cairan di ketiaknya. Perlahan cairan tersebut berubah menjadi nanah.

Setelah melihat perubahan kulit Mizyan yang kian serius dan berbahaya, saat itulah ia segera membawanya ke puskesmas terdekat.

Benjolan tersebut pun hilang. Namun, hal tersebut tak berlangsung dalam waktu lama, sebab seminggu kemudian justru mulai tumbuh bintik-bintik merah dan ruam seperti kerumut pada lipatan kulit Mizyan.

Akibat ruam merah yang semakin menyebar hampir ke seluruh tubuh bayi, Qomar pun akhirnya membawa anak semata wayangnya ke dokter spesialis kulit di Kota Tarakan yang berujung pada kesembuhan sesaat.

Pasalnya, obat salep yang diberikan dokter hanya mampu menyembuhkan Mizyan sesaat. Setelah dua minggu, kulitnya justru mengalami kekeringan dan menjadi kasar. Bahkan, kulit Mizyan mengeras seperti plastik pada saat dipegang.

“Kalau dipegang agak keras seperti lapisan plastik itu, tidak kenyal seperti kulit bayi biasanya,” jelas Qomar.

Kulit yang mengeras akan menjadi retak dan pecah, sehingga kembali mengelupas. Bahkan, kali ini, setiap ada bagian kulit yang lepas, akan disertai dengan hadirnya darah.

Oleh karena itu, Qomar dan sang istri harus selalu berjaga 24 jam untuk memastikan Mizyan tidak sedang berusaha menggaruk kulit tubuhnya. Hal itu telah dilakukan mereka sejak dua bulan yang lalu.

Dalam waktu satu hari, Qomar akan mengolesi krim pelembab pada tubuh putranya hingga empat kali. Sebab, jika tidak, maka kulitnya akan kembali mengelupas seperti biasa.

Atas bantuan dari pihak pemerintah desa yang membuatkan BPJS Kesehatan untuk Mizyan, Qomar segera membawa bayinya ke RSUD Nunukan.

Sejak dirawat di RSUD Nunukan, Qomar mengaku ada sedikit perubahan. Sebab kondisi Mizyan sudah lumayan bisa beristirahat dibandingkan biasanya.

Terkait kepastian nama penyakit kulit yang diderita buah hatinya, ia mengaku masih menunggu diagnosis dari dokter.

 

Penulis: Cornelia

Berita Terkait

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Top