Muhammad bin Salman Resmi Jadi Pemilik Newcastle United

pranusa.id May 22, 2020

Muhammad bin Salman (keuangannews.id)

 

PRANUSA.ID — Otoritas Liga Inggris akhirnya menyetujui proses pembelian saham Newcastle United oleh Muhammad bin Salman selaku pemimpin konsorsium Arab Saudi.

Dilansir dari Media Inggris The Sun, Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi tersebut diketahui telah melewati tes kepemilikan dan direktur secara mulus, meski sebelumnya sempat memperoleh banyak kecaman dari berbagai pihak soal pelanggaran hak asasi manusia dan pembajakan siaran langsung.

Salah satunya adalah Amnesty International Inggris yang menilai Muhammad bin Salman melakukan pembelian saham itu hanya untuk memoles citranya yang sudah penuh dengan tudingan pelanggaran HAM.

Selain itu, ada BeIN Sports yang meminta pembatalan pembelian saham tersebut. Menurut pemegang hak siar utama Liga Inggris tersebut, perusahaan milik pemerintah Arab Saudi turut bermain dalam pembajakan siaran langsung Liga Inggris.

Namun, otoritas Liga Inggris menilai kedua alasan tersebut tidak menjadi masalah yang dapat menghalangi Muhammad bin Salman menjadi pemilik Newcastle.

Saat ini, otoritas Liga Inggris sudah menyelesaikan proses administrasi dokumen pembelian saham Newcastle United yang sempat terhambat karena Liga Inggris tengah disibukkan dengan rencana kembali bergulirnya kompetisi di tengah pandemi Covid-19.

Kini proses pembelian tinggal menunggu transfer dana sebesar 300 juta pound sterling atau sekitar Rp 5,7 triliun. Setelah menyelesaikan dokumen pengesahan dan transfer uang dari pihak pembeli, pengumuman secara resmi terkait keabsahan pembelian Newcastle United kemungkinan akan dilakukan pada awal Juni.

Untuk diketahui, Muhammad bin Salman sempat dituding sebagai otak dibalik pembunuhan terhadap jurnalis senior Arab Saudi yang menetap di Amerika Serikat, Jamal Khashoggi pada 2018 lalu.

Ia tewas dibunuh pasukan elit militer Arab Saudi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Pasukan tersebut diduga diperintah oleh Muhammad bin Salman.

Alasan pembunuhan tersebut diduga karena
Khashoggi kerap melancarkan kritik pedas terhadap pemerintahan negaranya. Namun, pemerintah Arab Saudi membantah keterlibatan Muhammad bin Salman dalam pembunuhan Khashoggi. (Cornelia/Pranusa)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…