Klarifikasi Dubes Palestina dan Tanggapan KAMI

pranusa.id August 20, 2020

Deklarasi KAMI

PRANUSA.ID- Kedatangan Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair al-Shun dalam acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menuai perdebatan.

Perdebatan tersebut dikarenakan para deklarator KAMI merupakan tokoh-tokoh yang dianggap mempunyai agenda politik serta berlawanan dengan pemerintahan.

Terkait hal itu, Kedubes Palestina di Jakarta sudah memberikan klarifikasi. Dalam pernyataannya, Dubes Zuhair datang atas undangan Din Syamsuddin yang merupakan Ketua Persatuan Persahabatan Indonesia-Palestina.

“Kami ingin menegaskan bahwa partisipasi kami berdasarkan pemahaman acara tersebut adalah acara peringatan hari kemerdekaan RI bukan yang lainnya,” jelas keterangan Kedubes Palestina seperti dilansir dari Kumparan.

Kedubes Palestina mengatakan bahwa Dubes Zuhair hadir hanya lima menit di deklarasi tersebut.

“Kehadiran kami di acara tersebut hanya berlangsung lima menit, ketika menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia yang adalah sesuatu sakral bagi seluruh Indonesia,” jelasa dia.

Kedubes Palestina pun menegaskan mereka tidak akan ambil bagian dalam kegiatan politik apa pun di Indonesia.

“Kami di Palestina mengapresiasi dukungan dan bantuan yang kami terima dari Presiden Joko Widodo dan pemerintahannya yang terhormat dan masyarakat Indonesia yang ramah,” tegas mereka.

Tanggapan KAMI

Dikutip dari detik.com, Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani membantah tak menyampaikan bahwa ada tiga rangkaian acara dalam undangan itu.

“Kita sudah memberitahukan acara kita itu ada tiga acara di dalam undangan,” ujarnya, Rabu (19/8/2020).

Tiga acara dimaksud adalah memberingati HUT Kemerdekaan RI, Hari konstitusi dan Hari Pancasila dan deklarasi KAMI.

“Kita tidak hanya mengundang Kedutaan Besar Palestina, Kedutaan Amerika, Kedutaan Inggris. Seluruh kedutaan di Jakarta kita undang resmi,” katanya.

Namun, dari sekian undangan yang disebar, hanya Dubes Palestina saja yang kemudian hadir.

“Memang dubes yang datang ada Dubes Palestina, terus setelah itu dia pulang, sebelum acara ya kita kan nggak bisa melarang,” kata dia.

Yani memahami bila ada klarifikasi dari Dubes Palestina setelah deklarasi KAMI.

“Kita memahami kalau mereka ada klarifikasi, kita harus pahami kondisi Palestina yang saat ini sedang berada kayak begitu kan,” tuturnya.

KAMI, lanjutnya, juga memahami isi klarifikasi yang disampaikan Dubes Palestina.

“Tentu kita tidak ingin berseberangan atau mengatakan dengan pemerintah, karena dia lagi membutuhkan dukungan pemerintah kita secara langsung. Saya kira hak yang wajarlah,” ucap dia.

(Kris/Pranusa)

f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pesan Natalius Pigai untuk Warga Papua: Boleh Tuntut Kesejahteraan, Asal Tidak Minta Merdeka
NABIRE, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Kritik Kesejahteraan Pascakemerdekaan, Festival Bantal Galang Donasi Alat Tidur bagi Buruh Gendong Beringharjo
SLEMAN, PRANUSA.ID — Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik…
Dinas Sosial Kota Yogyakarta Gelar Ziarah Edukatif Pekan “Jejak Patriot” bagi Pelajar
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Dinas Sosial Kota Yogyakarta menggelar kegiatan ziarah…
Sinergi TNI-Polri dan Forkopimda Ende Salurkan 725 Paket Bansos Presiden untuk Korban Gempa
ENDE, PRANUSA.ID — Sebagai wujud kepedulian negara di tengah masyarakat…
81 Tahun Indonesia: Merdeka Sejati atau sekadar “Merdeka-Merdekaan”?
KOLOM— Pada 17 Agustus 2026, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan…